Selasa, 20 Maret 2018

Hakikat Bahasa dan Fungsi-Fungsi Bahasa dalam Komunikasi


 BAB I

PENDAHULUAN




1.1  Latar Belakang
Bahasa adalah sesuatu yang hidup. Sebagai sesuatu yang hidup, ia tentu mengalami perkembangan.Dan perkembangan berarti perubahan. Perubahan itu terjadi, oleh karena bahasa adalah satu-satunya milik manusia yang tak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia itulah yang mengakibatkan bahasa itu menjadi tidak statis, atau meminjam istilah Chaer (1994:53) bahwa bahasa itu dinamis.
Kecenderungan studi bahasa yang memisahkan bahasa dengan dimensi pemakai dan pemakaiannya (konteks sosialnya) inilah yang kemudian mengilhami lahirnya pendekatan baru dalam studi bahasa yaitu sosiolinguistik. Dalam hal ini, objek studi bahasa dalam pandangan sosiolingustik bukan hanya semata dilihat dari sistem atau kaidah-kaidah bahasa itu, melainkan juga pada konteks dan komunikatifnya. Sejalan dengan ini Tallei (1997) menyatakan bahwa bahasa tidaklah digunakan dalam bentuk kalimat yang terisolasi, melainkan dalam situasi nyata yang dilatarbelakangi oleh konteks dan digunakan untuk tujuan berkomunikasi.
Sehingga dengan demikian objek studi bahasa dalam perspektif sosioliguistik adalah parole (dalam konsep Saussure,1916), atau performansi (dalam konsep Chomsky). Konsep-konsep parole dan performansi itu diabstraksi dari bahasa yang benar-benar digunakan secara aktual. Setiap orang akan menghasilkan parole dan performance secara berbeda. Dari perbedaan itulah kemudian dikenal variasi bahasa.
1.2  Rumusan Masalah

Untuk mempermudah penyelesaian masalah diatas kami membuat beberapa rumusan masalah.
a. Apa yang dimaksud dengan Hakikat Bahasa dan Fungsi-Fungsi Bahasa ?
b. Apa yang dimaksud dengan Hakikat Komunikasi ?
c. Apa yang dimaksud dengan Komunikasi Bahasa dan Keistimewaan Komunikasi Bahasa ?

1.3  Tujuan
Adapun hal-hal yang ingin di capai dalam makalah ini adalah :
a. Mengetahui dan memahami yang dimaksud dengan Hakikat Bahasa dan Fungsi-Fungsi Bahasa
b. Mengetahui dan memahami tentang Hakikat Komunikasi
c. Mengetahui dan memahami tentang Komunikasi Bahasa dan Keistimewaan   Komunikasi Bahasa









BAB II
PEMBAHASAN


2.1   Hakikat Bahasa
Ciri-Ciri yang merupakan hakikat bahasa itu antara lain adalah bahwa bahasa itu sebuah system lambing,berupa bunyi,bersifat arbitrer,produktif,dinamis,beragam
Dan manusiawi. Berikut dibicarakn cirri-ciri tersebut secara singkat.

Bahasa adalah sebuah system artinya bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan.Sebagai sebuah system ,bahasa selain bersifat sistematis juga bersifat sistemis.Dengan Sistematis maksudnya,bahasa itu tersusun menurut suatu pola tertentu,tidak tersusun secara acak atau sembarangan . Sedangakan Sistemis, artinya system bahasa itu bukan merupakan sebuah system tunggal melainkan terdiri dari sejumlah subsistem .

Sistem bahasa yang dibicarakan diatas adalah berupa lambang-lambang dalam bentuk bunyi. Artinya , Lambang-Lambang itu berbentuk bunyi, yang lazim disebut bunyi ujar atau bunyi bahasa. Setiap lambing bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. Umpamanya , lambing bahasayang berbunyi  (Kuda) melambangkan konsep tau makna sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai ; dan lambing bahasa yang berbunyi (spidol) melambangkan konsep atau makna sejenis alat tulis bertinta. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna , maka dapat disimpulkan setiap satuan uajaran bahasa memiliki makna. Jika ada lambang bunyi yang tidak bermakna atau tidak menyatakan suatu konsep, maka lambang tersebut tidak termasuk sitem suatu bahasa.

Lambang bunyi bahasa itu bersifat arbitrer. Artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya tidak bersifat wajib, bisa berubah,dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepsi makna tertentu. Meskipun lambang-lambang bahasa itu bersifat arbitrer, tetapi juga bersifat Konvensional . Artinya, Setiap penutur suatu bahasa akan mematuhi hubungan antara lambang dengan dilambangkannya.

Bahasa itu bersifat Produktif, Artinya dengan sejumlah unsure yang terbatas , namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hamper tidak terbatas. Bahasa itu bersifat dinamis, maksudnya bahasa itu tidak terlepas dari berbagai kemungkinan perubahan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.Kedinamisan bahasa dalam tataran garamatika juga banyak menyebabkan terjadinya perubahan kaidah.

Bahasa itu beragam, artinya meskipun sebuah bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama, namun karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang social dan kebiasaan yang berbeda, maka bahasa itu menjadi beraga, baik dalam tataran fonologi,morfologis,sintaksis,maupun  pada tataran leksikon. Bahasa itu bersifat manusiawi. Artinya, Bahasa sebagai alat komunikasi verbal hanya dimiliki manusia. Hewan tidak mempunyai bahasa . yang dimiliki hewan sebagai alat komunikasi,yang berupa bunyi atau gerak isyarat, tidak bersifat produktif atau dinamis.

2.2      FUNGSI-FUNGSI BAHASA
Secara tradisional kalau ditanyakan apakah bahasa itu, akan dijawab bahwa bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran,gagasan,konsep,atau juga perasaan. Konsep bahwa bahasa adalah alat untuk menyampaikan pikiran sudah mempunyai sejarah yang panjang jika kita menelusuri sejarah studi bahasa pada masa lalu.
Dalam hal ini Wardhaugh ( 1972:3-8 ) juga mengatakan bahwa fungsi bahasa adalah alat komunikasi manusia , baik tertulis maupun lisan.
Namun , Fungsi ini sudah mencakup lima fungsi dasar , yang menurut Kinneavy disebut expression,information,exploration,persuasion,dan entertainment ( Michel 1967:5).
Bagi Sosiolinguistik konsep bahwa bahasa adalah alat atau berfungsi untuk menyatakan pikiran dianggap terlalu sempit,sebab seperti dikemukakan Fishman (1972) bahwa yang menjadi persoalan sosiolinguistik adalah “who speak what language to whom,when and to what end”.
Dilihat dari sudut penutur , maka bahasa itu berfungsi personal atau pribadi .
Dilihat dari segi pendengar atau lawan bicara, maka bahasa itu berfungsi direktif,yaitu mengatur tingkah laku pendengar ( Lihat Finnocchiaro 1974 ;Haliday 1973 menyebutnya fungsi instrumental;dan jakobson 1960 menyebutnya fugsi retorikal).
Bila dilihat dari segi kontak antara penutur dan pendengar maka bahasa disini berfungsi fatik(Jakobson 1960;Finnocchiaro 1974 menyebutnya interpersonal;dan Haliday 1973 menyebutnya interactional),yaitu fungsi menjalin hubungan, memelihara , memperlihatkan perasaan bersahabat , atau solidaritas social.
Jika kita melihat buku atau sumber lain, Misalnya Nababan (1983)tentu akan kita temukan berbagai fungsi bahasa yang lain, yang dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

2.3  HAKIKAT KOMUNIKASI

Ada 3 komponen  yg harus ada dalam proses komunikasi, yaitu :
1. Pihak yg berkomunikasi
      Yakni pengirim dan penerima informasi yang di komunikasikan yang lazim di    sebut partisipan.
2. Informasi yang di komunikasikan
3. Alat yang di gunakan dalam komunikasi itu.
Pihak yang terlibat dalam suatu proses komunikasi tentunya ada dua orang atau dua kelompok orang, yaitu pertama yang mengirim (sender) informasi, dan yang ke dua yang menerima (receiver) informasi. Informasi yang di sampaikan tentunya berupa suatu ide, gagasan, keterangan, atau pesan. Sedangkan alat yang di gunakan dapat berupa simbol atau lambang seperti bahasa (karena hakikat bahasa adalah suatu sistem lambang) berupa tanda-tanda, seperti rambu-rambu lalulintas, gambar atau petunjuk dan dapat juga berupa garak gerik anggota badan (kinesik). Ketiga komponen dalam peristiwa komunikasi adalah alat komunikasi yang di gunakan,  yaitu bahasa (sebagai sebuah sistem lambang), tanda-tanda (baik berupa gambar, warna ataupun bunyi), dan gerak gerik tubuh.

Berdasarkan alat yang di gunakan ini ada 2 macam komunikasi :
1.Komunikasi verbal
komunikasi verbal atau komunikasi bahasa adalah komunikasi yang menggunakan sebagai alatnya. Bahasa yang di gunakan dalam komunikasi ini tentunya harus berupa kode yang sama-sama dipahami oleh pihak penutur dan pihak pendengar.
2. Komunikasi non verbal
Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang menggunaka alat bukan bahasa. Seperti bunyi peluit, cahaya ( lampu,pi) semafor, dan termasuk juga alat komunikasi dalam masyarakat hewan.










2.4     KOMUNIKASI BAHASA
Dalam setiap komunikasi bahasa ada dua pihak yang terlibat , yaitu pengirem pesan (sender) dan pengiriman pesan (receiver). Ujaran (berupa kalimat atau kalimat-kalimat) yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Setiap proses komunikasi bahasa dimulai dengan si pegirim merumuskan terlebih dahulu yang ingin di ujarkan dalam suatu kerangka gagasan. Proses ini dikenal dengan istilah semantic encoding.Gagasan itu lalu disusun dalam bentuk kalimat atau kalimat-kalimat yang gramatikal; proses memindah gagasan ke dalam bentuk kalimat yang gramatikal ini disebut grammatical encoding. Setelah tersusun dalam kalimat yang gramatikal,lalu phonological deconding kalimat (yanhg berisi gagasan tadi) diucapkan. Proses ini disebut phonological encoding. Kemudian oleh si pendengar atau penerima, ujaran pengirim tadi diterjemahkan atau di deconding. Pada mulanya ujaran tadi merupakan stimulus untuk diterjemahkan. Ini disebut. Selanjutnya proses ini diikuti oleh proses grammadical doconding; dan diakhiri dengan proses semantic deconding.

Ada dua macam komunikasi bahasa,yaitu komunikasi searahdan komunikasi dua arah. Dalam komunikasi searah, si pengirim tetap sebagai pengirim, dan si pengirim tetap sebagai  penerima Komunikasi searah ini terjadi, misalya,dalam komuniksi yang bersifat memberitahukan, khotbah, di masjid atau geraja, ceramah yang tidak diikuti Tanya jawab, dan sebagainya.

Sebagai alat komunikasi, bahasa itu terdiri dari dua aspek, yaitu aspek lingistik dan aspek nonlinguistic atau paralinguistic. Kedua aspek ini “bekerja sama” dalam membangun komunikasi bahasa itu. Aspek linguistic mencakup tataran fonologis, morfologis, dan sintakis. Ketiga tataran ini mendukung terbentuknya yang akan disampaikan, yaitu sematik (yang di dalamnya terdapat makna, gagasan, ide atau konsep). Aspek paralinguistic mencangkup (1) kualitas ujaran,yaitu pola ujaran seseorang, seperti falseto (suara tinggi), staccato (suara terputus-putus), dan (pitch) , dan intonasi; (3) jarak dan gerak gerik tubuh, seperti gerakan tangan indera perasa (pada kulit).

Aspek linguistic dan paralinguistic tersebut berfungsi sebagai alat komunikasi, bersama-sama dengan konteks situasi membentuk atau membangun situasi tertentu dalam proses komunikasi.

Komunikasi bahasa atau komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai alatnya mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan sengan jenis komunikasi lainnya, termasuk komunikasi yang berlaku pada masyarakat hewan.   

2.5     KEISTIMEWAAN BAHASA MANUSIA
Berikut ini kita lihat bagaimana kelebihan atau keistimewaan bahasa sebagai alat komunikasi manusia dibandingkan dengan alat-alat  komunikasi yang ada pada dunia hewan . Setidaknya ada tiga pakar yang tertarik pada masalah ini, yaitu Hockett,Mc Neill,dan Chomsky.Bila disarikan dari Hockett dan Mc  Neil setidaknya da 16 butir cirri khusus yang membedakan system komunikasi bahasa dari system komunkasi makhluk lainnya . Keenam belas ciri itu adalah sebagai berikut :
1. Bahasa menggunakan jalur vokal auditif.
2. Bahasa dapat tersiar kesegala arah ,tetapi penerimaannya terarah.
3. Lambang bahasa yang berupa bunyi itu cepat hilang setelah diucapkan
4. Partisipan dalam komunikasi bahasa dapat saling berkomunikasi.
5.Lambang bahasa itu  dapat menjadi umpan balik yang lengkap.
6.Komunikasi bahasa mempunyai spesialisasi.
7.Lambang-Lambang bunyi dalam komunikasi bahasa adalah bermakna atau merujuk      pada hal-hal tertentu.
8. Hubungan antara lambang bahasa dengan maknanya  bukan ditentukan oleh   adanya suatu ikatan antara keduanya .
9. Bahasa sebagai alat komunikasi bahasa manusia menjadi unit-unit satuan-satuan, yakni kalimat, kata , morfem , dan fonem .
10. Rujukan atau yang sedang dibicarakan dalam bahasa tidak harus selalu ada pada tempat dan waktu kini.
11. Bahasa bersifat terbuka.
12. Kepandaian dan kemahiran untuk menguasai aturanaturan dan kebiasaan-kebiasaan berbahasa manusia diperoleh dari belajar,bukan melalui dari gen-gen yang dibawa sejak lahir .
13. Sehubungan dengan ciri (12) diatas, maka bahasa itu dapat dipelajari.
14. Bahasa dapat digunakan untuk menyatakan yang benar dan yang tidak benar, atau juga yang tidak bermakna secara logika .
15. Bahasa memliki dua subsistem, yaitu subsistem bunyi dan subsistem makna,yang memungkinan bahasa ittu memiliki keekonomisan fungsi.
16. Ciri terakhir adalah Bahasa itu dapat kita gunakan untuk membicarakan bahasaitu sendiri
















BAB III

PENUTUPAN



3.1 Simpulan
Semua orang mepunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan menggunakan bahasa. Menggunakan bahasa atau berbahasa ini adalah suatu kegiatan yang menjadi bagian terpenting yang dibutuhkan oleh manusia, sehingga berbahasa itu sifatnya alamiah atau sesuatu yang normal.
Dengan bahasa, membuat kita manjadi mahluk yang bermasyarakat serta menjadi sarana untuk mengekspresikan diri, menyampaikan pesan kepada orang lain dan yang utama dalam proses komunikasi.

  3.2  Saran
Dalam menggunakan bahasa Indonesia kita harus menerapkan konsep dasar dalam berbahasa serta mengembangkan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dan tetap menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari pada saat beraktifitas.






DAFTAR  PUSTAKA

Chaer, Abdul. Sosiolinguistik Kajian Teoritik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda